Puncak Hari Pers Nasional 2026 Digelar di Serang, Tekankan Konsolidasi Insan Pers Hadapi Disrupsi

Serang, Banten – Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 bertema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat” digelar di kawasan Masjid Raya Al-Bantani, Kota Serang, Banten, Senin pagi (6/2).

Acara ini dihadiri insan pers dari seluruh Indonesia serta sejumlah pejabat tinggi negara. Kegiatan diawali dengan laporan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, selaku penanggung jawab HPN 2026. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula penyerahan simbolis buku tentang jurnalisme kepada Gubernur Banten, Andra Soni.

Selain itu, PWI menandatangani sejumlah nota kesepahaman dengan berbagai pihak, mulai dari sektor swasta hingga lembaga negara. Kerja sama ini bertujuan memperkuat sinergi serta meningkatkan perlindungan terhadap insan pers di tengah tantangan industri media yang semakin kompleks.

Puncak HPN 2026 turut dihadiri Ketua MPR RI Ahmad Muzani serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nizar Patria, serta Wakil Menteri Komunikasi Malaysia Tio Nijick bersama sekitar 30 wartawan Malaysia.

Pemukulan Neduh dan Gendang Oleh Menko PM Muhaimin Iskandar beserta Menteri Menteri dan Gubernur Banten sebagai simbol Puncak Peringatan Hari Pers Nasional ( Dok Foto : Danny M.P / jurnal8.id)

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar yang hadir mewakili Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Hari Pers Nasional 2026 menjadi momentum penting konsolidasi nasional insan pers dalam menghadapi tantangan baru, khususnya di era disrupsi informasi, kecerdasan buatan (AI), dan perkembangan teknologi digital.

Menurut Muhaimin, konsolidasi tidak hanya dibutuhkan secara internal di kalangan insan pers, tetapi juga melalui kolaborasi dan sinergi antara pers, pemerintah, serta seluruh lapisan masyarakat. Ia menegaskan, pers memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas informasi dan mendukung keberhasilan pembangunan nasional.

“Disrupsi terjadi di mana-mana. Pembangunan yang sedang kita kerjakan dengan sungguh-sungguh jangan sampai terganggu oleh hoaks atau dampak negatif kemajuan teknologi yang tidak terkendali,” ujar Muhaimin.

Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen membangun ekosistem industri media yang sehat, termasuk melalui dukungan regulasi dan pemerataan distribusi iklan sebagaimana diusulkan Dewan Pers. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi media massa di tengah perubahan lanskap industri.

Puncak peringatan Hari Pers Nasional 2026 ini diharapkan menjadi titik tolak penguatan peran pers sebagai pilar demokrasi, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam menjaga persatuan bangsa dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

Peliput : Danny M.P

Editor : Redaksi jurnal8.id

Jurnal 8 id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *