Jakarta, 12 Februari 2026 – Sobary, ilmuwan yang sebelumnya dikenal dekat dengan Presiden Joko Widodo, mengaku merasa tertipu dan kini berada di barisan kontra dalam polemik dugaan ijazah Jokowi.
Pernyataan tersebut disampaikan Sobary saat mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Metro Jaya, Kamis (12/2/2026), untuk memberikan keterangan dalam agenda pemeriksaan ahli.
Dalam keterangannya, Sobary menyebut dirinya bersama sejumlah ilmuwan lain merasa tertipu. Ia menegaskan selama membantu Jokowi di masa lalu tidak pernah meminta pamrih apa pun, sehingga menurutnya kini berada pada posisi yang benar untuk menyampaikan sikap kritis.
“Saya dan kawan-kawan ilmuwan merasa tertipu. Selama ini kami membantu tanpa pamrih,” ujar Sobary. Ia juga menyatakan keberatan jika dirinya pernah disebut dengan istilah tertentu yang dinilai merendahkan.
Polda Metro Jaya pada hari yang sama memanggil tiga orang untuk memberikan keterangan sebagai ahli dalam proses pemeriksaan. Sobary tiba di Mapolda Metro Jaya sekitar pukul 09.30 WIB.
Selain Sobary, turut hadir Refly Harun, dr. Tifa, dan Oegroseno. Mereka membawa salinan ijazah Presiden Jokowi sebagai bahan yang akan diserahkan dalam proses klarifikasi di Ditkrimsus Polda Metro Jaya.
Hingga berita ini diturunkan, proses pemeriksaan masih berlangsung. Polisi menyatakan pemanggilan para ahli dilakukan untuk mendalami laporan dan mengumpulkan keterangan yang diperlukan dalam penanganan perkara.
Liputan : Danny M.P
Editor : Redaksi jurnal8.id
