BNPB Tinjau Pembangunan Huntap dan Huntara untuk Korban Banjir dan Longsor di Tanah Datar

Tanah Datar – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meninjau langsung progres pembangunan Hunian Tetap (Huntap) dan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Rabu (7/1/2026).

Peninjauan dilakukan oleh Sekretaris Utama BNPB, Dr. Rustian, didampingi Wakil Bupati Tanah Datar. Kegiatan ini bertujuan memastikan percepatan pembangunan hunian bagi warga terdampak sekaligus menegaskan kehadiran negara dalam proses pemulihan pascabencana.

BNPB dan Pemkab Tanah Datar meninjau lokasi Huntap di Kecamatan Rambatan. (Dok Foto : Jurnal8.id)

Lokasi pertama yang dikunjungi berada di Tanjung Alam, Nagari Ladang Laweh, Kecamatan Rambatan. Di kawasan seluas 4,8 hektare tersebut akan dibangun Huntap untuk 129 kepala keluarga. Pada tahap awal, pembangunan difokuskan pada 70 unit rumah di atas lahan seluas 1,8 hektare.

Selanjutnya, rombongan meninjau pembangunan Huntara di Nagari Bungo Tanjung, Kecamatan Batipuh. Sebanyak 23 unit Huntara dibangun di tiga lokasi, yakni Jorong Padang Kunyik, Jorong Aru, dan Kapuah.

Sekretaris Utama BNPB, Dr. Rustian, mengatakan kunjungan ini untuk memastikan pembangunan berjalan lebih cepat dari target. Ia menegaskan bahwa Hunian Sementara harus segera dapat ditempati masyarakat sambil menunggu pembangunan Hunian Tetap selesai.

“Ini memastikan bahwa negara hadir. Masyarakat terdampak diharapkan segera mendapatkan Hunian Sementara sambil menunggu Hunian Tetap. Kami mendorong percepatan, bahkan dari evaluasi dua minggu kami minta dipercepat menjadi 10 hari,” ujar Rustian.

Sestama BNPB, Dr Rustian bersama Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly saat diwawancarai wartawan dilokasi Huntara (Dok Foto : Jurnal.id )

Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Huntara disesuaikan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat, yang sebagian besar bekerja sebagai petani dan pegawai. Pemerintah menargetkan agar seluruh warga terdampak di berbagai kabupaten/kota di Sumatera Barat dapat menempati Huntara sebelum bulan Ramadan.

Selain meninjau pembangunan hunian, Sekretaris Utama BNPB bersama Wakil Bupati Tanah Datar juga mengunjungi lokasi pengungsian yang tidak jauh dari area pembangunan Huntara di Nagari Bungo Tanjung. Sebanyak 76 jiwa dari 23 kepala keluarga menerima bantuan berupa family kit, matras, tikar, serta kebutuhan dasar lainnya.

Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat melalui BNPB atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada masyarakat Tanah Datar.

“Kami mewakili pemerintah daerah dan masyarakat mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat. Harapan kami masyarakat terdampak bisa kembali hidup layak, tidak hanya dari sisi tempat tinggal, tetapi juga dari sisi ekonomi,” kata Ahmad Fadly.

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga telah mendata sawah dan pelaku UMKM yang terdampak bencana. Selain pembangunan Huntara dan Huntap, pemerintah menyiapkan skema Dana Tunggu Hunian (DTH) serta bantuan untuk rumah rusak sedang dan ringan, masing-masing sebesar Rp30 juta dan Rp15 juta.

Dengan berbagai upaya tersebut, pemerintah berharap proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Tanah Datar dapat berjalan lebih cepat dan masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal.

Liputan : Taufik Hidayat

Editor : Redaksi jurnal8.id

Jurnal 8 id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *