Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Jurnal 8 id » BNPB Tinjau Pembangunan Huntap dan Huntara untuk Korban Banjir dan Longsor di Tanah Datar

BNPB Tinjau Pembangunan Huntap dan Huntara untuk Korban Banjir dan Longsor di Tanah Datar

  • account_circle jurnal8.id
  • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
  • visibility 86
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tanah Datar – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meninjau langsung progres pembangunan Hunian Tetap (Huntap) dan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Rabu (7/1/2026).

Peninjauan dilakukan oleh Sekretaris Utama BNPB, Dr. Rustian, didampingi Wakil Bupati Tanah Datar. Kegiatan ini bertujuan memastikan percepatan pembangunan hunian bagi warga terdampak sekaligus menegaskan kehadiran negara dalam proses pemulihan pascabencana.

BNPB dan Pemkab Tanah Datar meninjau lokasi Huntap di Kecamatan Rambatan. (Dok Foto : Jurnal8.id)

Lokasi pertama yang dikunjungi berada di Tanjung Alam, Nagari Ladang Laweh, Kecamatan Rambatan. Di kawasan seluas 4,8 hektare tersebut akan dibangun Huntap untuk 129 kepala keluarga. Pada tahap awal, pembangunan difokuskan pada 70 unit rumah di atas lahan seluas 1,8 hektare.

Selanjutnya, rombongan meninjau pembangunan Huntara di Nagari Bungo Tanjung, Kecamatan Batipuh. Sebanyak 23 unit Huntara dibangun di tiga lokasi, yakni Jorong Padang Kunyik, Jorong Aru, dan Kapuah.

Sekretaris Utama BNPB, Dr. Rustian, mengatakan kunjungan ini untuk memastikan pembangunan berjalan lebih cepat dari target. Ia menegaskan bahwa Hunian Sementara harus segera dapat ditempati masyarakat sambil menunggu pembangunan Hunian Tetap selesai.

“Ini memastikan bahwa negara hadir. Masyarakat terdampak diharapkan segera mendapatkan Hunian Sementara sambil menunggu Hunian Tetap. Kami mendorong percepatan, bahkan dari evaluasi dua minggu kami minta dipercepat menjadi 10 hari,” ujar Rustian.

Sestama BNPB, Dr Rustian bersama Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly saat diwawancarai wartawan dilokasi Huntara (Dok Foto : Jurnal.id )

Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Huntara disesuaikan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat, yang sebagian besar bekerja sebagai petani dan pegawai. Pemerintah menargetkan agar seluruh warga terdampak di berbagai kabupaten/kota di Sumatera Barat dapat menempati Huntara sebelum bulan Ramadan.

Selain meninjau pembangunan hunian, Sekretaris Utama BNPB bersama Wakil Bupati Tanah Datar juga mengunjungi lokasi pengungsian yang tidak jauh dari area pembangunan Huntara di Nagari Bungo Tanjung. Sebanyak 76 jiwa dari 23 kepala keluarga menerima bantuan berupa family kit, matras, tikar, serta kebutuhan dasar lainnya.

Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat melalui BNPB atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada masyarakat Tanah Datar.

“Kami mewakili pemerintah daerah dan masyarakat mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat. Harapan kami masyarakat terdampak bisa kembali hidup layak, tidak hanya dari sisi tempat tinggal, tetapi juga dari sisi ekonomi,” kata Ahmad Fadly.

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga telah mendata sawah dan pelaku UMKM yang terdampak bencana. Selain pembangunan Huntara dan Huntap, pemerintah menyiapkan skema Dana Tunggu Hunian (DTH) serta bantuan untuk rumah rusak sedang dan ringan, masing-masing sebesar Rp30 juta dan Rp15 juta.

Dengan berbagai upaya tersebut, pemerintah berharap proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Tanah Datar dapat berjalan lebih cepat dan masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal.

Liputan : Taufik Hidayat

Editor : Redaksi jurnal8.id

Jurnal 8 id

  • Penulis: jurnal8.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lansia di Tangerang Terima Bantuan Becak Listrik dari Presiden: “Enak, Nggak Gowes Lagi”

    Lansia di Tangerang Terima Bantuan Becak Listrik dari Presiden: “Enak, Nggak Gowes Lagi”

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle jurnal8.id
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Tangerang — Slamet (70), seorang lansia penarik becak di Kota Tangerang, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya setelah menerima bantuan becak listrik dari Presiden RI Prabowo Subianto. Bantuan tersebut menurutnya bukan hanya mempermudah pekerjaan, tetapi juga menjadi harapan baru dalam mencari nafkah di usia senja. “Perasaannya senang sekali, tidak disangka ada bantuan dari Pak Presiden. Saya ingin […]

  • Mediasi Kasus Pandji Pragiwaksono Belum Temui Titik Temu, Pelapor Tolak Sejumlah Syarat

    Mediasi Kasus Pandji Pragiwaksono Belum Temui Titik Temu, Pelapor Tolak Sejumlah Syarat

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle jurnal8.id
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Jakarta – Upaya mediasi dalam kasus dugaan penistaan agama yang melibatkan komika Pandji Pragiwaksono belum mencapai kesepakatan. Meski permintaan maaf telah disampaikan dalam forum mediasi, para pelapor menyatakan proses hukum masih berpotensi berlanjut. Mediasi antara Pandji Pragiwaksono dan para pelapor digelar di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya pada Kamis siang (9/4). Proses […]

  • Polda Banten Ungkap Dugaan Korupsi Kredit BJB Rp9,4 Miliar, Kerugian Negara Rp8,7 Miliar

    Polda Banten Ungkap Dugaan Korupsi Kredit BJB Rp9,4 Miliar, Kerugian Negara Rp8,7 Miliar

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Taufik Hidayat
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Serang, 3 September 2026 – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten mengungkap dugaan tindak pidana korupsi dalam pengajuan dan pemberian fasilitas Kredit Modal Kerja Konstruksi Standby Loan oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) Kantor Cabang Khusus Banten kepada PT Aryando Sejahtera Abadi pada 2019. Dalam perkara tersebut, penyidik menetapkan […]

  • Menkeu Purbaya Tepis Fiskal Jadi Penyebab Pelemahan Rupiah

    Menkeu Purbaya Tepis Fiskal Jadi Penyebab Pelemahan Rupiah

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle jurnal8.id
    • visibility 31
    • 0Komentar

    JAKARTA, 7 Mei 2026 – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis anggapan bahwa pelemahan rupiah dipicu oleh kondisi fiskal Indonesia maupun pernyataan pemerintah yang dinilai memengaruhi sentimen pasar. Purbaya menegaskan kondisi fiskal nasional saat ini masih berada di jalur yang tepat atau on the track. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga di level 5,61 […]

  • Bantu Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda, Komdigi Pantau Sinyal dari Banten hingga Lampung

    Bantu Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda, Komdigi Pantau Sinyal dari Banten hingga Lampung

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Danny M.P
    • visibility 17
    • 0Komentar

    PANDEGLANG, BANTEN – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria meninjau langsung posko gabungan Search and Rescue (SAR) dalam operasi pencarian delapan warga, termasuk sejumlah jurnalis, yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Dalam peninjauan pada Sabtu (12/9/2026), Nezar mengatakan operasi pencarian kembali diperluas dengan mengerahkan sejumlah kapal dan satu […]

  • Operasi Pekat Jaya 2026, Polda Metro Jaya Ungkap Ratusan Kasus dan Amankan 937 Orang

    Operasi Pekat Jaya 2026, Polda Metro Jaya Ungkap Ratusan Kasus dan Amankan 937 Orang

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle jurnal8.id
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Jakarta, 12 Februari 2026 – Kepolisian Republik Indonesia melalui Polda Metro Jaya mengumumkan hasil pelaksanaan Operasi Pekat Jaya 2026 yang digelar serentak di seluruh wilayah hukum DKI Jakarta. Dalam operasi tersebut, aparat kepolisian berhasil mengungkap ratusan kasus tindak kriminal yang masuk kategori penyakit masyarakat. Mulai dari aksi tawuran, kekerasan jalanan, peredaran minuman keras ilegal, hingga penyalahgunaan narkotika. […]

expand_less