Pendapatan Negara Tumbuh 19,1 Persen, Purbaya Sebut Belanja Negara Makin Produktif hingga Mei 2026
- account_circle jurnal8.id
- calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
- visibility 21
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Kementerian Keuangan Republik Indonesia menggelar Konferensi Pers APBN Kita Edisi Juni 2026 di Aula Djuanda, Jakarta, Jumat (5/6/2026). Dalam pemaparannya, pemerintah menyampaikan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Mei 2026 yang menunjukkan tren positif, baik dari sisi pendapatan maupun belanja negara.
Pemerintah mencatat pendapatan negara mencapai Rp1.185 triliun atau tumbuh 19,1 persen secara tahunan (year on year). Sementara itu, realisasi belanja negara mencapai Rp1.365,4 triliun atau tumbuh 34,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan bahwa kondisi perekonomian Indonesia tetap solid. Hal tersebut ditopang oleh kuatnya permintaan domestik, inflasi yang terkendali pada level 3,08 persen, serta aktivitas sektor riil yang terus menunjukkan pertumbuhan positif.
“Dengan dukungan berbagai indikator ekonomi yang tetap terjaga, APBN terus berperan sebagai instrumen penting dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Dari sisi fiskal, postur APBN hingga Mei 2026 mencatat defisit sebesar Rp180,4 triliun atau setara 0,70 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pemerintah memastikan tingkat defisit tersebut masih berada dalam batas aman dan terkendali.
Akselerasi belanja pemerintah pusat menjadi salah satu faktor utama meningkatnya realisasi belanja negara. Hingga Mei 2026, belanja pemerintah pusat tercatat mencapai Rp1.059,3 triliun. Realisasi tersebut didorong oleh berbagai program prioritas nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Belanja kementerian dan lembaga telah terealisasi sebesar Rp517,7 triliun. Dari jumlah tersebut, program MBG menyerap anggaran Rp88,15 triliun dan telah menjangkau sekitar 63,13 juta penerima manfaat di berbagai daerah.
Selain itu, pemerintah juga terus memperkuat dukungan kepada daerah melalui penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) yang telah mencapai Rp306,1 triliun. Dana tersebut digunakan untuk mendukung pembayaran gaji aparatur sipil negara (ASN) daerah, operasional sekolah, serta tambahan alokasi bagi wilayah yang terdampak bencana di Sumatera.
Kementerian Keuangan optimistis kinerja APBN akan tetap adaptif di tengah dinamika ekonomi global dan domestik. Dengan kondisi pasar keuangan yang stabil serta kepercayaan investor yang tetap terjaga, APBN diharapkan mampu terus mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan dan menjaga daya beli masyarakat.
Konferensi pers APBN Kita Edisi Juni 2026 menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kesehatan fiskal negara sekaligus memastikan belanja negara semakin produktif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Peliput : Danny M.P
Editor : Redaksi jurnal8.id
- Penulis: jurnal8.id


Saat ini belum ada komentar