Jakarta – Dokter sekaligus pemerhati kesehatan, Dr. Cashtry Meher, meluncurkan buku berjudul Selamatkan Nyawa, Hadirkan Tawa sebagai gagasan untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional melalui sinergi dan kolaborasi lintas sektor. Peluncuran buku ini digelar di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta (14/1) dan dihadiri sejumlah tokoh nasional.
Hadir dalam acara tersebut antara lain Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, serta sejumlah pemangku kepentingan di bidang kebijakan dan kesehatan.
Dalam bukunya, Dr. Cashtry menegaskan bahwa menjaga kehidupan merupakan bentuk tertinggi dari keberadaban sebuah bangsa. Ia mengajak publik memandang kesehatan bukan sekadar layanan medis, melainkan sebagai sistem perlindungan kehidupan yang harus dibangun secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Buku Selamatkan Nyawa, Hadirkan Tawa lahir dari refleksi panjang pengalaman Dr. Cashtry di lapangan, khususnya dalam upaya pengentasan stunting di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), terutama di daerah kepulauan. Ia menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi masyarakat, salah satunya keterbatasan infrastruktur dan akses pelayanan kesehatan yang memadai.

“Buku ini membawa misi memperkuat sistem ketahanan kesehatan nasional, baik dalam pembangunan maupun pelayanan, agar dampaknya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Dr. Cashtry.
Menurutnya, kolaborasi penuh antara pemerintah, tenaga profesional, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan sistem kesehatan yang tangguh dan inklusif.
Sementara itu, Board of Advisors Prasasti Center for Policy Studies, Burhanuddin Abdullah, menilai buku ini sarat makna dan relevan dengan tantangan pembangunan kesehatan di Indonesia. Ia mengakui bahwa meskipun cakupan pelayanan kesehatan telah menjangkau sebagian besar masyarakat, masih terdapat berbagai persoalan seperti stunting, tingginya angka kematian ibu melahirkan, serta rendahnya usia harapan hidup dibandingkan negara tetangga.
“Buku ini menarik karena menuturkan fakta-fakta konkret di lapangan, disertai gagasan dan inisiatif yang dapat mendukung upaya penyehatan bangsa ke depan,” ujar Burhanuddin.
Ia menambahkan, kesehatan merupakan unsur penting dalam meningkatkan produktivitas nasional. Tanpa masyarakat yang sehat, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan memberikan manfaat optimal.
Peluncuran buku Selamatkan Nyawa, Hadirkan Tawa diharapkan menjadi kontribusi pemikiran strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045, dengan kesehatan sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.
Liputan : Danny M.P
Editor : Redaksi jurnal8.id
