Jakarta, 17 Februari 2026 – Hasil pemantauan hilal di Masjid KH Hasyim Asy’ari, Jakarta Barat, menunjukkan hilal tidak terlihat. Berdasarkan perhitungan hisab, posisi bulan masih berada di bawah ufuk dengan ketinggian minus derajat, sehingga tidak memenuhi kriteria visibilitas.
Pemantauan hilal digelar oleh PWNU DKI Jakarta melalui Lembaga Falakiyah sejak menjelang matahari terbenam. Tim melakukan pengamatan menggunakan teleskop serta sejumlah peralatan astronomi lainnya. Namun, selain faktor kondisi alam, data hisab menunjukkan posisi hilal masih berada di bawah ufuk, sehingga secara teori tidak dapat diamati.

Ketua PWNU DKI Jakarta, KH Samsul Maarif, menyampaikan bahwa setelah dilakukan pengamatan secara seksama, tim tidak melihat adanya hilal.
“Setelah melakukan pemantauan peneropongan dan pengamatan yang seksama, kami tim dari Lembaga Falakiyah tidak melihat hilal. Tinggi hilal hari ini masih minus derajat dan jauh di bawah tiga derajat, sehingga secara teori tidak memungkinkan untuk terlihat, bahkan di wilayah paling barat Indonesia sekalipun,” ujarnya.
Ia menambahkan, apabila hilal tidak dapat terlihat, maka bulan Sya’ban akan disempurnakan menjadi 30 hari (istikmal). Dengan demikian, awal puasa Ramadan berpotensi jatuh pada Kamis.
Secara astronomis, tinggi hilal pada hari ini memang masih berada di bawah batas rukyat dan tercatat minus derajat. Kondisi tersebut menjadi dasar bahwa potensi terlihatnya hilal, termasuk di titik paling barat Indonesia seperti Aceh, dinilai sangat kecil atau tidak memungkinkan.

Tokoh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Yenny Wahid, juga menyampaikan bahwa berdasarkan upaya rukyatul hilal yang dilakukan, bulan baru belum terlihat.
“Upaya kasat mata maupun teleskop belum terlihat bulan baru. Maka disimpulkan bulan Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari. Saya akan berpegang pada hasil rukyatul hilal ini sampai ada laporan penampakan bulan baru di wilayah NKRI,” kata Yenny.
Hasil pemantauan ini akan dilaporkan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Meski demikian, keputusan final mengenai penetapan 1 Ramadan tetap menunggu hasil sidang isbat yang digelar pemerintah melalui Kementerian Agama.
Berdasarkan hasil sidang isbat, pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 18 Februari 2026.
Peliput : Danny M.P
Editor : Redaksi jurnal8.id
