Indonesia Jadi Kunci Integrasi Listrik ASEAN, Pemerintah Genjot Energi Terbarukan
- account_circle jurnal8.id
- calendar_month Senin, 11 Mei 2026
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, 7 Mei 2026 — Pemerintah terus mempercepat transisi menuju energi baru terbarukan (EBT) sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus memperluas kerja sama energi di kawasan ASEAN.
Langkah tersebut dilakukan melalui pengembangan biodiesel hingga B50 serta optimalisasi pemanfaatan energi surya dengan target kapasitas mencapai 100 giga watt.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan kerja sama dengan negara-negara tetangga, termasuk Malaysia, terus diperkuat terutama dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan jaringan listrik lintas negara.
Menurutnya, konektivitas power grid antarnegara ASEAN menjadi salah satu kunci penting untuk menjaga stabilitas pasokan energi di kawasan.
“PLTA kita lewat Kalimantan itu bagus, harganya kompetitif. Untuk Singapura juga akan kita ekspor, tapi harganya juga harus kompetitif,” ujar Bahlil.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa setiap bentuk kerja sama energi harus mengedepankan prinsip saling menguntungkan atau win-win solution bagi seluruh pihak.
Pemerintah juga membuka peluang besar agar Indonesia memperoleh manfaat ekonomi maksimal dari pengembangan PLTA dan ekspor energi bersih ke negara-negara ASEAN.
Langkah ini dinilai semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam integrasi jaringan listrik kawasan ASEAN di tengah dorongan penggunaan energi ramah lingkungan.
Peliput : Danny M.P
Editor : Redaksi jurnal8.id
- Penulis: jurnal8.id


Saat ini belum ada komentar