Longsor Hantam Enam Kontrakan di Tebet, Warga Sudah Mengungsi Sebelum Kejadian

Jakarta, 9 Maret 2026– Tanah longsor menghancurkan enam unit rumah kontrakan yang berada di bantaran sungai wilayah Kebon Baru RT 06 RW 10, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, pada Jumat (6/3/2026). Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena bangunan telah dikosongkan sebelumnya.

Ketua RT 06 RW 10 Kebon Baru, Irma, mengatakan para penghuni kontrakan sudah meninggalkan tempat tinggal mereka setelah melihat tanda-tanda keretakan tanah dan kondisi bangunan yang semakin berbahaya.

“Kemarin ada longsor yang kena total enam kontrakan sampai hancur. Karena memang rawan longsor di pinggir kali, tanahnya sudah terasa turun, jadi sudah ditinggal. Saat longsor terjadi sudah tidak ada orang,” ujar Irma.

Longsor terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh hujan yang mengguyur wilayah Jakarta sejak pagi sehingga membuat kondisi tanah di bantaran sungai menjadi basah dan labil.

Yanti (50), warga yang rumahnya berada tepat di samping lokasi longsor, mengaku sempat mendengar suara keras saat tanah tiba-tiba runtuh.

“Waktu itu kami lagi di luar, tiba-tiba ada dua anak jalan sampai sini. Tidak lama kemudian langsung longsor, bunyinya ‘bruk’ begitu,” kata Yanti.

Menurutnya, para penyewa kontrakan memang sudah lebih dulu memindahkan barang-barang mereka setelah melihat adanya retakan pada bangunan dan tanah di sekitar lokasi.

“Nggak ada penghuni, sudah kosong. Awalnya masih ditempati, tapi karena sudah ada tanda-tanda retak akhirnya mereka pindah,” jelasnya.

Yanti menambahkan, pergerakan tanah sebenarnya sudah terlihat dari retakan yang muncul di jalan depan rumah warga. Bahkan sebelumnya longsor juga pernah terjadi pada 22 Februari lalu yang merusak setengah bagian salah satu rumah warga.

Akibat kejadian terbaru ini, akses jalan lingkungan yang biasa digunakan warga kini terputus. Jalan tersebut sebelumnya masih bisa dilalui sepeda motor, namun kini hanya menyisakan jalur setapak bagi pejalan kaki.

“Sekarang terputus kalau buat jalan. Jalan kaki masih bisa, tapi harus hati-hati. Dulu masih bisa motor lewat,” keluh Yanti.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, warga yang tinggal di sekitar lokasi longsor kini diliputi rasa khawatir. Mereka takut terjadi longsor susulan, terutama saat hujan deras kembali mengguyur wilayah tersebut.

“Ya pasti khawatir. Takutnya kalau hujan deras tanahnya ikut terbawa longsor lagi,” tuturnya.

Petugas DSDA DKI Jakarta melakukan penanganan awal diarea longsor (Dok. Foto : Danny M.P / jurnal8.id)

Berdasarkan pantauan di lokasi, area longsor memiliki panjang sekitar 25 meter dengan kedalaman sekitar lima meter hingga mencapai aliran Sungai Ciliwung. Tebing tanah merah di pinggir sungai terlihat ambrol dan menyisakan bekas patahan yang curam.

Sejumlah petugas dari Suku Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta terlihat berada di lokasi untuk melakukan penanganan awal. Mereka turun ke area longsor menggunakan tali tambang untuk meninjau sekaligus membersihkan puing-puing bangunan.

Petugas juga membawa cerucuk kayu dolken yang dipancang ke dalam tanah sebagai upaya penahan sementara guna mencegah terjadinya longsor susulan di area tersebut.

Peliput : Danny M.P

Editor : Redaksi jurnal8.id

Jurnal 8 id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *