Menkeu Purbaya Tepis Fiskal Jadi Penyebab Pelemahan Rupiah

JAKARTA, 7 Mei 2026 – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis anggapan bahwa pelemahan rupiah dipicu oleh kondisi fiskal Indonesia maupun pernyataan pemerintah yang dinilai memengaruhi sentimen pasar.

Purbaya menegaskan kondisi fiskal nasional saat ini masih berada di jalur yang tepat atau on the track. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga di level 5,61 persen sehingga tidak ada alasan menyebut fiskal Indonesia sedang bermasalah.

Menurutnya, persoalan nilai tukar rupiah merupakan ranah bank sentral. Ia menilai tugas menjaga stabilitas mata uang berada di tangan Bank Indonesia, bukan kebijakan fiskal pemerintah.

Sebelumnya, kebijakan dan pernyataan pemerintah disebut-sebut turut berkontribusi terhadap pelemahan rupiah dan arus keluar dana asing dari pasar domestik. Pertemuan pemerintah dengan IMF beberapa waktu lalu juga dinilai sebagian pihak memunculkan kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Indonesia.

Namun, Purbaya membantah anggapan tersebut. Ia bahkan menegaskan bahwa tawaran bantuan dari IMF telah ditolak karena kondisi ekonomi Indonesia dinilai masih sangat baik.

Purbaya menilai ada pihak-pihak yang memutarbalikkan pernyataannya hingga menimbulkan sentimen negatif di pasar. Ia menegaskan kondisi fiskal Indonesia tetap kuat dengan defisit yang kecil dan pertumbuhan ekonomi yang terjaga.

“Apakah Anda melihat kondisi fiskal saat ini? Sangat bagus. Dengan defisit kecil, pertumbuhan tetap terjaga. Kita termasuk yang terbaik,” ujar Purbaya.

Peliput : Danny M.P

Editor : Redaksi jurnal8.id

Jurnal 8 id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *