Airlangga Umumkan Paket Stimulus Ekonomi Kuartal II 2026, WFH Dilanjutkan hingga Insentif Pajak untuk Penulis
- account_circle jurnal8.id
- calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
- visibility 21
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Pemerintah menyiapkan serangkaian insentif fiskal dan bantuan sosial guna menjaga daya beli masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional pada Kuartal II Tahun 2026. Kebijakan tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi terbatas tingkat menteri yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Selasa (26/5/2026).
Rapat tersebut turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Dalam rapat tersebut, pemerintah mengevaluasi sejumlah kebijakan ekonomi yang telah berjalan untuk menjaga tingkat konsumsi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Salah satu hasil evaluasi menunjukkan kebijakan Work From Home (WFH) memberikan dampak positif terhadap penurunan konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi. Berdasarkan hasil evaluasi selama dua bulan terakhir, penggunaan Pertalite pada April 2026 tercatat menurun hampir 9 persen. Atas dasar itu, pemerintah memutuskan untuk melanjutkan kebijakan WFH.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan, kebijakan tersebut terbukti efektif dalam mengurangi penggunaan BBM bersubsidi sekaligus mendukung efisiensi mobilitas masyarakat.
Selain melanjutkan WFH, pemerintah juga mengumumkan insentif pajak bagi penulis dan pekerja literasi. Dalam kebijakan baru tersebut, penulis akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Final sebesar 1,5 persen. Pemerintah menyatakan kebijakan ini merupakan bagian dari realisasi janji kampanye Presiden Prabowo Subianto.
Untuk mendorong aktivitas ekonomi di sektor transportasi dan pariwisata domestik, pemerintah juga menyiapkan program subsidi transportasi selama masa libur sekolah dan periode Natal serta Tahun Baru (Nataru).
Pada masa libur sekolah, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp190 miliar dengan target lebih dari 3 juta penerima manfaat. Sementara untuk periode Nataru, disiapkan anggaran sebesar Rp161,4 miliar guna mendukung jutaan perjalanan masyarakat.
Selain itu, pemerintah kembali memberikan diskon transportasi udara bagi penumpang kelas ekonomi melalui skema Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP). Untuk periode libur sekolah, disiapkan anggaran sebesar Rp472,7 miliar dengan target 2,3 juta penumpang. Sedangkan pada momen Nataru, pemerintah mengalokasikan Rp722,7 miliar dengan target 3,7 juta penumpang.
Dalam kesempatan yang sama, pemerintah juga membahas pelaksanaan Program Magang Nasional Batch 4 yang akan dimulai pada Juli 2026. Program tersebut menargetkan 150 ribu peserta dengan dukungan anggaran sebesar Rp4,14 triliun.
Pemerintah berharap berbagai paket stimulus ekonomi yang disiapkan pada semester kedua 2026 dapat menjaga daya beli masyarakat, meningkatkan mobilitas domestik, serta memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan global yang masih berlangsung.
Peliput : Danny M.P
Editor : Redaksi jurnal8.id
- Penulis: jurnal8.id


Saat ini belum ada komentar