Basarnas Hentikan Sementara Pencarian Hari Kedua di Sekitar Anak Krakatau, Operasi Dilanjutkan Besok
- account_circle Danny M.P
- calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
- visibility 21
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANTEN, 9 September 2026 — Tim SAR gabungan menghentikan sementara operasi pencarian korban di sekitar Gunung Anak Krakatau dan perairan Selat Sunda pada hari kedua pencarian. Operasi akan kembali dilanjutkan pada Kamis pagi dengan mempertimbangkan hasil evaluasi kondisi cuaca, arus, angin, serta kemampuan armada yang dikerahkan.
Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, mengatakan operasi pencarian hari kedua melibatkan tujuh Search and Rescue Unit (SRU) yang dibagi ke dalam lima sektor. Sebanyak sekitar sembilan alat utama sistem (alut) dikerahkan dalam operasi tersebut.
“Kami sudah melakukan koordinasi dengan semua unsur yang terlibat, SAR gabungan dalam melakukan pencarian. Dalam hal ini kita melakukan dengan pembagian tujuh SRU dari lima sektor,” ujar Al Amrad.
Armada yang terlibat berasal dari Kantor SAR Banten, Kantor SAR Lampung, TNI Angkatan Laut, serta unsur Polair. Sejumlah kapal dan Rigid Inflatable Boat (RIB) dikerahkan untuk menyisir berbagai sisi di sekitar Gunung Anak Krakatau.
RIB 02 Kantor SAR Banten melakukan pencarian di sektor tenggara Gunung Anak Krakatau hingga radius sekitar 67 nautical mile. Sementara dua RIB dari Kantor SAR Lampung menyisir kawasan Pulau Sebesi, Pulau Lagundi, Pulau Sebuku hingga wilayah utara Anak Krakatau.
KN SAR Tetuka melakukan pencarian di sekitar barat laut Gunung Anak Krakatau dengan jarak sekitar 68,3 nautical mile. Kapal tersebut juga bersama KL Anyar melakukan pencarian di sektor barat laut hingga sekitar Teluk Semangka.
Sementara KP Sanjaya menyisir sektor tenggara Gunung Anak Krakatau dengan jarak sekitar 67 nautical mile. Dua kapal TNI AL, KRI Luser dan KRI Lepuh, juga masih melakukan pencarian di sekitar Anak Krakatau. KRI Luser menyisir sisi timur dengan area sekitar 49 nautical mile, sedangkan KRI Lepuh melakukan pencarian di sisi barat daya hingga sekitar 48,2 nautical mile.
Al Amrad menyebutkan, berdasarkan pembagian sektor tersebut, kawasan sekitar Anak Krakatau telah dikelilingi tim SAR. Jika ditarik berdasarkan radius dari titik tengah Anak Krakatau, area pencarian telah mencapai sekitar 15 hingga 20 nautical mile.
Namun, hingga operasi hari kedua berakhir, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Sampai saat ini belum ada tanda-tanda ditemukan,” katanya.
Operasi pencarian menghadapi kondisi gelombang yang bervariasi karena posisi masing-masing armada berada di lokasi berbeda. Berdasarkan laporan dari tim di lapangan, ketinggian gelombang berkisar antara 1 hingga 2 meter.
Selain kondisi laut, aktivitas Gunung Anak Krakatau juga menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam menentukan pola pencarian.
Meski demikian, Al Amrad menegaskan kondisi tersebut tidak menghentikan operasi SAR. Tim telah melakukan pemetaan terhadap posisi yang dinilai aman bagi masing-masing armada, termasuk RIB sebagai kapal dengan ukuran lebih kecil.
Tim juga sempat menggunakan drone untuk membantu pencarian dari udara di sekitar Pulau Sebesi. Namun, hasil pemantauan tersebut belum menemukan keberadaan korban.
“KN SAR Tetuka sempat menerbangkan drone. Dan itu nihil,” ujar Al Amrad.
Al Amrad memastikan operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya. Penghentian pencarian pada hari kedua hanya bersifat sementara karena pencarian efektif dilakukan pada siang hari dengan mempertimbangkan jarak pandang.
“Kita upayakan dari jam 7 kita sudah mulai jalan. Karena di pagi hari kita lihat bersama kondisi masih landai. Makin siang makin sore, saat ini sudah mulai kencang anginnya,” jelasnya.
Untuk strategi pencarian hari ketiga, Basarnas akan melakukan evaluasi berdasarkan hasil penyisiran hari kedua. Area di sisi selatan Anak Krakatau disebut telah ter-cover penuh hingga radius sekitar 20 nautical mile.
Karena itu, tim SAR berencana mempertimbangkan perluasan pencarian ke sisi utara dengan memperhitungkan arah arus, pergerakan ombak, serta kondisi angin.
“Untuk besok mungkin kita akan memperluas ke sisi utara, sesuai dengan perhitungan arus dan pergeseran ombaknya, angin seperti apa,” kata Al Amrad.
Kapal-kapal besar milik TNI AL dipastikan tetap terlibat dalam operasi pencarian. Saat ini kapal-kapal tersebut masih berada di laut dan melakukan pencarian sembari mencari posisi yang aman untuk lego jangkar.
Menurut Al Amrad, pihaknya juga masih mengevaluasi kemungkinan penambahan armada maupun personel. Keputusan tersebut akan ditentukan berdasarkan hasil evaluasi operasi pada malam hari.
“Termasuk alut, termasuk personel, kita lihat nanti dari hasil evaluasi malam ini seperti apa,” ujarnya.
Sementara untuk penggunaan helikopter, Basarnas masih mempertimbangkan faktor keselamatan karena titik dugaan keberadaan korban berada di sekitar Gunung Anak Krakatau yang masih aktif.
Al Amrad mengatakan Basarnas telah berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai penggunaan sarana udara. Kondisi aktivitas gunung menjadi salah satu pertimbangan, termasuk adanya ketentuan radius aman yang disampaikan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Basarnas memastikan metode penyelaman tidak menjadi bagian dari operasi pencarian di lokasi tersebut.
Keputusan itu mempertimbangkan kondisi Gunung Anak Krakatau yang masih aktif serta karakteristik arus di Selat Sunda yang dinilai berisiko bagi penyelam.
“Kalau untuk penyelaman, hal yang tidak mungkin dilakukan. Karena kita lihat sendiri kondisi di sini seperti apa. Yang pertama kondisi Anak Gunung Krakatau. Yang kedua arus di Selat Sunda seperti apa,” ujar Al Amrad.
Di tengah kondisi laut yang cukup menantang, seluruh personel SAR gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian dilaporkan dalam kondisi aman.
“Alhamdulillah sampai saat ini rekan-rekan tim SAR gabungan dari TNI-Polri dengan kolaborasi yang baik dan alhamdulillah masih siap untuk melanjutkan pencarian,” kata Al Amrad.
Basarnas selanjutnya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil pencarian hari kedua untuk menentukan strategi, sektor, armada, dan kemungkinan penambahan personel pada operasi hari ketiga.
Hasil evaluasi tersebut akan disampaikan kembali pada Kamis pagi sebelum tim kembali bergerak melakukan pencarian di sekitar Gunung Anak Krakatau.
- Penulis: Danny M.P
- Editor: Redaksi jurnal8.id


Saat ini belum ada komentar