Pemerintah Perluas Operasi SAR KMP Virgo Transport 8, Pencarian Bawah Laut Dimaksimalkan
- account_circle Danny M.P
- calendar_month Senin, 14 Sep 2026
- visibility 17
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA — Pemerintah mengoptimalkan operasi pencarian dan penyelamatan penumpang Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026) dini hari.
Penguatan operasi pencarian dilakukan dengan menambah personel penyelamat serta armada laut dan udara. Pemerintah juga menyiapkan operasi bawah laut untuk mendukung pencarian korban.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan jumlah personel yang dikerahkan dalam operasi pencarian saat ini telah mencapai lebih dari 600 orang.
“Bahwa hari ini kita mendapatkan tambahan kekuatan untuk melakukan operasi SAR dari beberapa pihak, sehingga diharapkan operasi yang dilakukan akan semakin lebih baik dan lebih besar lagi untuk kita berupaya semaksimal mungkin agar dapat bisa menemukan saudara-saudara kita yang mengalami kecelakaan di kapal Virgo Transport 8,” ujar Dudy dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Dudy juga menjelaskan bahwa KMP Virgo Transport 8 tidak berlayar dalam kondisi kelebihan muatan atau overload. Berdasarkan informasi yang diterima pemerintah, kapasitas kapal bahkan belum terisi secara maksimal.
“Perlu diketahui, KMP Virgo Transport 8 berlayar dalam kondisi tidak overload. Namun demikian, kita tunggu investigasi menyeluruh dari KNKT untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan kapal tersebut,” katanya.
Sementara itu, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syafii mengatakan pemerintah menambah armada untuk memperkuat pencarian korban, termasuk mendukung pelaksanaan operasi bawah laut.
Untuk unsur udara, pemerintah menambah lima pesawat yang berasal dari Basarnas, Polri, TNI AL, dan BNPB. Sementara itu, dari unsur laut terdapat 17 kapal yang dioperasikan dalam operasi pencarian.
Syafii mengatakan sejumlah personel dengan kemampuan khusus juga disiapkan untuk mendukung operasi bawah laut. Mereka berasal dari Basarnas, Basarnas Special Group, Kopaska TNI AL, serta tim penyelam.
“Kita berharap dari kapal ini kita nanti bisa melaksanakan operasi underwater dengan optimal. Jadi beberapa personel yang akan kita terjunkan mulai dari Basarnas itu sendiri, Basarnas Special Group, kemudian kita mengerahkan dari Kopaska, TNI AL, dan juga teman-teman tim penyelam yang akan kita siapkan,” ujar Syafii.
Ia menegaskan seluruh proses pencarian dan penyelamatan dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan serta menyesuaikan kondisi di lapangan.
Menurut Syafii, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam pelaksanaan operasi bawah laut. Operasi akan dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan personel dan kondisi cuaca.
“Tentunya operasi ini bisa kita laksanakan dengan atas dasar safety, artinya mudah-mudahan cuaca bagus, sehingga memungkinkan untuk kita laksanakan operasi underwater,” tutupnya.
- Penulis: Danny M.P
- Editor: Redaksi jurnal8.id
- Sumber: Bakom RI


Saat ini belum ada komentar