Hari Keempat Pencarian Speed Boat Hilang Kontak di Selat Sunda, Tim SAR Sisir Laut dan Udara
- account_circle Danny M.P
- calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
- visibility 17
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PANDEGLANG – Tim SAR Gabungan terus memperluas pencarian terhadap delapan orang yang masih dalam pencarian (DP) setelah speed boat yang ditumpangi mereka hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Memasuki hari keempat operasi pencarian, Jumat (11/9/2026), petugas mengerahkan berbagai unsur dan sarana pencarian melalui jalur laut maupun udara. Wilayah operasi dibagi ke dalam sejumlah sektor, dengan fokus pencarian mulai dari sekitar Gunung Anak Krakatau hingga area yang lebih luas di Selat Sunda.
Sejumlah unsur yang dikerahkan dalam operasi tersebut antara lain KN SAR Tetuka 247, KN SAR Basudewa, KRI Leuser, KRI Kerambit, KAL Anyer, KAL Pahawang, KP Sanjaya, KP Hayabusa, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RBB Pulau Peucang, TB Gunung Santri serta sejumlah unsur pendukung lainnya.
Dari udara, Tim SAR mengerahkan Helikopter HR-3604 dan dua unit Drone Thermal Basarnas untuk memperluas jangkauan pemantauan.
Pada sektor khusus, KN SAR Tetuka 247 melakukan pencarian visual di sekitar Gunung Anak Krakatau dengan dukungan drone. Sementara itu, RIB 02 Banten menyisir perairan sekitar Pulau Sertung dan wilayah sekitar Gunung Anak Krakatau.
Penyisiran juga dilakukan di sektor lainnya oleh KN SAR Basudewa, RIB Lampung, KRI Leuser, KAL Anyer, KRI Kerambit, KP Sanjaya, KAL Pahawang, KP Hayabusa dan RBB Pulau Peucang sesuai area pencarian yang telah ditentukan.
Dukungan pencarian dari udara dilakukan melalui Sektor H dengan luas sekitar 2.063 nautical mile persegi.
Helikopter HR-3604 lepas landas dari Lapangan Bola Carita pada pukul 16.10 WIB. Helikopter kemudian melakukan penyisiran di area yang telah ditentukan sebelum kembali mendarat pada pukul 17.30 WIB.
Meski pencarian telah dilakukan secara masif melalui jalur laut dan udara, hingga operasi hari keempat berakhir belum ditemukan korban maupun tanda-tanda keberadaan survivor.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, S. Sos., mengatakan Tim SAR Gabungan terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk memperluas pencarian.
“Hari keempat ini pencarian terus kami perluas, baik melalui jalur laut maupun udara. Seluruh unsur bekerja sesuai sektor yang telah ditentukan, termasuk dukungan helikopter dan drone untuk memperbesar jangkauan pemantauan,” ujar Al Amrad.
Menurutnya, strategi pencarian akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan. Faktor cuaca dan keselamatan seluruh personel juga menjadi perhatian selama operasi berlangsung.
“Sampai saat ini hasil pencarian masih nihil dan delapan orang masih dalam pencarian. Kami akan terus melakukan upaya terbaik, mengevaluasi setiap hasil penyisiran dan menindaklanjuti setiap informasi yang berpotensi membantu menemukan para survivor,” katanya.
Selama operasi berlangsung, kondisi cuaca terpantau cerah berawan hingga hari ini.
- Penulis: Danny M.P
- Editor: Redaksi jurnal8.id


Saat ini belum ada komentar