Polda Banten Imbau Warga Tetap Tenang dan Waspada Hadapi Aktivitas Gunung Anak Krakatau
- account_circle Taufik Hidayat
- calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SERANG – Polda Banten mengimbau masyarakat, khususnya warga di wilayah pesisir Banten, untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan menyikapi aktivitas Gunung Anak Krakatau yang hingga kini masih berstatus Level III (Siaga).
Imbauan tersebut disampaikan menyusul laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang dikeluarkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Geologi dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk periode pengamatan Minggu, 6 September 2026 pukul 06.00–12.00 WIB.
Dalam periode tersebut tercatat satu kali letusan, empat kali hembusan, 15 kali gempa low frequency, serta tujuh kali gempa hybrid/fase banyak. Tremor menerus (microtremor) juga masih terekam dengan amplitudo 6–45 milimeter dan dominan 10 milimeter.
Secara visual, Gunung Anak Krakatau tertutup kabut dengan tingkat 0–III. Sementara asap kawah tidak teramati dan kondisi ombak laut dilaporkan tenang.
Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, Polri bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Ikuti informasi dan arahan dari instansi resmi, khususnya Badan Geologi, PVMBG, BPBD dan pemerintah daerah,” ujar Maruli, Minggu (6/9/2026).
Menurutnya, kewaspadaan tetap diperlukan karena Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat, wisatawan dan pengunjung diminta mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan oleh otoritas kebencanaan.
“Tenang bukan berarti mengabaikan kewaspadaan. Kami mengajak masyarakat tetap beraktivitas secara normal dengan memperhatikan perkembangan situasi dan ketentuan keselamatan. Jangan mendekati atau melakukan aktivitas di wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya,” katanya.
Berdasarkan rekomendasi PVMBG, masyarakat, pengunjung maupun wisatawan dilarang mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Polda Banten juga mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi kemungkinan dampak abu vulkanik. Abu vulkanik memiliki sifat tajam dan abrasif yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan serta berpotensi merusak permukaan benda apabila dibersihkan dengan cara yang tidak tepat.
“Apabila terdapat abu vulkanik di sekitar rumah, kendaraan maupun lingkungan, gunakan alat pelindung diri seperti masker dan lindungi mata. Jangan langsung menyemprot abu dengan air karena abu yang bercampur air dapat menjadi lumpur yang mengeras dan menyumbat saluran,” jelas Maruli.
Untuk membersihkan abu vulkanik di halaman, jalan maupun genteng, masyarakat diimbau menggunakan sapu atau sekop secara perlahan agar abu tidak kembali beterbangan. Abu kemudian dapat dikumpulkan ke dalam karung dan dibuang sesuai arahan petugas atau pemerintah daerah.
Masyarakat juga diminta tidak menggunakan blower atau metode pembersihan yang dapat membuat abu kembali beterbangan.
Sementara untuk kendaraan, abu vulkanik sebaiknya tidak langsung dilap dalam kondisi kering karena sifat abrasifnya dapat menyebabkan goresan pada permukaan kendaraan. Abu dianjurkan dibersihkan terlebih dahulu menggunakan air bertekanan sebelum kendaraan dicuci dengan sabun.
Untuk bagian dalam rumah, masyarakat dapat menutup rapat pintu dan jendela. Abu yang masuk ke dalam rumah dapat dibersihkan menggunakan vacuum cleaner apabila tersedia atau dengan lap basah agar tidak kembali beterbangan.
Peralatan elektronik dan mesin yang terkena abu juga sebaiknya dimatikan, ditutup dan dibersihkan secara hati-hati.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang, waspada dan saling menjaga. Gunakan alat pelindung diri ketika membersihkan abu vulkanik, jangan melakukan aktivitas di zona yang dilarang, dan selalu mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi,” tegas Maruli.
Polda Banten Imbau Warga Tetap Tenang dan Waspada Hadapi Aktivitas Gunung Anak Krakatau
Polda Banten bersama BPBD dan seluruh stakeholder terkait akan terus memonitor perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta memastikan langkah-langkah pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik.
Polda Banten kembali mengingatkan masyarakat agar menjadikan Badan Geologi/PVMBG, BPBD dan pemerintah daerah sebagai rujukan utama informasi, serta segera mengikuti arahan petugas apabila terjadi perubahan kondisi maupun rekomendasi kebencanaan.
- Penulis: Taufik Hidayat
- Editor: Redaksi jurnal8.id
- Sumber: Humas Polda Banten


Saat ini belum ada komentar