Kapolda Banten Pastikan Life Jacket dan Pelampung yang Ditemukan Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1
- account_circle Danny M.P
- calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANTEN – Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki memastikan life jacket dan pelampung yang ditemukan dalam operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal bukan merupakan perlengkapan keselamatan milik kapal Arupadhatu 1.
Hal tersebut disampaikan Hengki dalam konferensi pers di Posko SAR Gabungan, Pantai Carita, Banten, Jumat (11/9/2026). Ia mengatakan, kepastian tersebut diperoleh setelah tim melakukan konfirmasi kepada pemilik kapal.
Menurut Hengki, pemilik kapal Arupadhatu 1 dan Arupadhatu 2, Sandi, menyatakan kedua kapal tersebut tidak menggunakan jenis life jacket seperti yang ditemukan tim SAR dalam operasi pencarian.
“Hasil pemeriksaan maupun interogasi kepada Bapak Sandi selaku pemilik kapal, karena pemilik kapal ada dua kapal, Arupadhatu 1 maupun Arupadhatu 2, tidak menggunakan life jacket seperti yang ditemukan. Jadi, bukan merupakan milik kapal Arupadhatu 1 yang sampai sekarang belum ditemukan,” kata Hengki.
Tim SAR juga melakukan pencocokan perlengkapan keselamatan yang ditemukan dengan rekaman video yang menunjukkan peralatan di kapal Arupadhatu 1 dan Arupadhatu 2.
Dari hasil pencocokan tersebut, life jacket maupun pelampung yang ditemukan dinyatakan tidak sama dengan perlengkapan keselamatan yang digunakan kedua kapal tersebut.
“Temuan tersebut tidak sama dengan yang digunakan oleh kapal Arupadhatu 1 maupun Arupadhatu 2, tidak sama, karena ada videonya dengan hasil temuan yang ada, baik satu life jacket maupun pelampung,” ujarnya.
Dua perlengkapan keselamatan tersebut ditemukan pada hari ketiga operasi pencarian, Kamis (10/9/2026).
Life jacket ditemukan KAL Anyer saat melakukan pencarian di sektor F pada pukul 15.32 WIB. Benda tersebut ditemukan di koordinat 06°04’30.00″ LS.
Sementara itu, pelampung ditemukan di lokasi berbeda, yakni pada koordinat 06°17’26.40″ LS, 105°22’42.00″ BT.
Meski demikian, temuan kedua perlengkapan tersebut belum mengubah kesimpulan tim terkait identitas maupun keberadaan lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadhatu 1 yang hingga kini masih dalam pencarian.
Tim SAR gabungan masih melanjutkan operasi pencarian untuk menemukan seluruh penumpang dan awak kapal yang hilang kontak.
- Penulis: Danny M.P
- Editor: Redaksi jurnal8.id


Saat ini belum ada komentar