Bantu Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda, Komdigi Pantau Sinyal dari Banten hingga Lampung
- account_circle Danny M.P
- calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
- visibility 17
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PANDEGLANG, BANTEN – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria meninjau langsung posko gabungan Search and Rescue (SAR) dalam operasi pencarian delapan warga, termasuk sejumlah jurnalis, yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Dalam peninjauan pada Sabtu (12/9/2026), Nezar mengatakan operasi pencarian kembali diperluas dengan mengerahkan sejumlah kapal dan satu unit helikopter untuk menyisir titik-titik yang berdasarkan pengolahan data Tim SAR dinilai memiliki potensi keberadaan kapal yang hilang kontak.
“Pada hari ini pencarian kembali dilakukan dengan memperluas klaster pencarian,” ujar Nezar kepada wartawan di posko gabungan SAR.
Menurut Nezar, salah satu informasi penting yang menjadi perhatian dalam proses pencarian adalah keberadaan kontak terakhir yang terdeteksi berada di wilayah Pulau Sebesi.
“Seperti kita ketahui, terakhir data yang kita terima adalah kontak terakhir pada tanggal 7 September berada di Pulau Sebesi,” katanya.
Nezar mengungkapkan, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sejak awal menerima laporan hilangnya delapan orang tersebut langsung berkoordinasi dengan operator seluler untuk membantu proses pencarian.
Menurutnya, tiga operator seluler melakukan pemantauan terhadap Base Transceiver Station (BTS) yang berada di sekitar wilayah Selat Sunda, baik di sisi Banten maupun Lampung.
“Kalau di Komdigi, kita sudah berkoordinasi dengan operator seluler. Tiga operator seluler itu semua mendeteksi BTS yang ada di seputaran Selat Sunda, baik yang ada di Banten maupun yang ada di Lampung,” jelas Nezar.
Selain melibatkan operator seluler, pemantauan juga dilakukan melalui Balai Monitoring Frekuensi yang berada di Banten dan Lampung. Pemantauan tersebut dilakukan untuk mengetahui apabila terdapat sinyal atau tanda-tanda komunikasi yang dapat membantu mengidentifikasi keberadaan para korban.
“Melalui Balai Monitoring Frekuensi yang ada di Banten dan Lampung, kita terus juga melakukan pengecekan kalau ada sinyal-sinyal yang tertangkap,” ujarnya.
Informasi yang diperoleh dari operator seluler kemudian diteruskan kepada Tim SAR untuk diproses dan menjadi bagian dari data dalam menentukan area pencarian.
“Dari opsel kita sudah mendapatkan informasi dan informasi itu sudah diteruskan kepada SAR dan sudah diproses berupa kontak terakhir di Pulau Sebesi itu,” kata Nezar.
Selain membantu pencarian melalui pemantauan jaringan komunikasi, Nezar juga mengingatkan masyarakat dan awak media untuk berhati-hati terhadap informasi yang belum terverifikasi terkait perkembangan pencarian delapan warga yang hilang.
Ia mengatakan pihaknya terus melakukan monitoring serta check and recheck terhadap informasi yang beredar.
“Jadi memang sebaiknya informasi-informasi yang Anda terima adalah informasi resmi yang dari tim yang bekerja yang mencari 8 warga yang dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda itu,” tegasnya.
Nezar juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk ikut mendoakan agar proses pencarian berjalan lancar dan delapan warga yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan.
“Kita terus memantau, terus mencari, dan sama-sama kita berdoa. Kami minta seluruh rakyat Indonesia juga mendoakan agar proses pencarian ini kita semua diberikan kekuatan dan kita bisa menemukan 8 warga kita yang sekarang berada di perairan Selat Sunda,” tuturnya.
Operasi pencarian masih terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan dengan memperluas area penyisiran melalui jalur laut dan udara. Perkembangan terbaru hasil pencarian akan disampaikan setelah tim kembali dari operasi penyisiran.
- Penulis: Danny M.P
- Editor: Redaksi jurnal8.id


Saat ini belum ada komentar