PAN Resmikan PANsar Murah di HUT ke 28, Zulhas: Ini Kado untuk Rakyat
- account_circle Danny M.P
- calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
- visibility 21
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PANsar Murah telah dimulai sejak Agustus 2026 di lima provinsi. Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan HUT ke-28 PAN yang juga mencakup PANggung Rakyat Merdeka, Nikah Massal PAN, PANen Cuan PANtang Menyerah, pelatihan kerja bersertifikat, serta kegiatan bagi anak yatim dan piatu.
Peresmian PANsar Murah Nasional berlangsung di tengah kondisi kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok yang menurut PAN dipengaruhi kemarau ekstrem dan gejolak geopolitik.
Kondisi tersebut disebut berdampak langsung terhadap masyarakat yang bekerja sebagai pekerja harian, pedagang kecil, maupun buruh.
Selain PANsar Murah, PAN juga menyediakan Lapor PAN, kanal pengaduan masyarakat yang dapat digunakan melalui akun Instagram @lapor.pan, WhatsApp call center, serta situs resmi.
PAN menyatakan laporan masyarakat yang masuk akan ditindaklanjuti. Pendanaan untuk kanal tersebut disebut berasal dari potongan gaji anggota DPR RI Fraksi PAN.
Salah satu kasus yang disampaikan adalah bantuan kepada Abah Jaya, pedagang cilor di Jatinegara. Abah Jaya disebut memiliki gerobak yang sudah tidak layak dan selama ini tidur di jalan pada malam hari.
Ketua Fraksi PAN DPR RI Putri Zulkifli Hasan bersama Surya Utama kemudian turun langsung menemui Abah Jaya. Ia selanjutnya mendapatkan gerobak baru serta bantuan untuk biaya sewa kontrakan.
Malam Puncak HUT ke-28 PAN juga menjadi momentum doa bersama bagi para korban bencana, termasuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta erupsi gunung api.
Acara tersebut dihadiri sejumlah ketua umum partai politik, menteri Kabinet, dan tamu kenegaraan lainnya.
Zulkifli Hasan mengatakan, usia 28 tahun PAN harus menjadi momentum bagi seluruh kader untuk kembali bekerja dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
“Malam ini kita berkumpul, besok pagi kita kembali bekerja. Usia dua puluh delapan tahun tidak ada artinya kalau rakyat tidak merasakan kehadiran kita,” kata Zulhas.
- Penulis: Danny M.P
- Editor: Redaksi jurnal8.id


Saat ini belum ada komentar