Polri Bersama Warga Bersihkan Puing Pascaledakan di Panimbang, Imbau Nelayan Waspadai Bahan Pemicu Ledakan
- account_circle Taufik Hidayat
- calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
- visibility 18
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PANDEGLANG – Kepolisian bersama masyarakat melaksanakan kerja bakti dan gotong royong membersihkan puing-puing sisa ledakan di Kampung Cisarua, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB tersebut melibatkan personel Polsek Panimbang Polres Pandeglang, Satuan Polairud Polres Pandeglang, serta warga Kampung Cisarua.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya warga yang terdampak musibah.
“Polri hadir bersama masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan kepedulian dan membantu masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Kegiatan kerja bakti ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat,” ujar Maruli.
Berdasarkan pendataan sementara, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan akibat ledakan. Salah satunya rumah milik almarhum MA (54), seorang nelayan, yang mengalami kerusakan berat. MA diketahui meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Sementara itu, rumah milik Mufid (41), Saprudin (46), dan Nendi (45) masing-masing mengalami kerusakan sedang. Adapun kerugian materiil akibat peristiwa tersebut masih dalam proses pendataan.
“Untuk kerugian materiil masih dilakukan pendataan. Yang terpenting saat ini adalah memastikan kondisi lingkungan aman serta membantu warga membersihkan puing-puing dan memulihkan kondisi pascakejadian,” jelas Maruli.
Selain membersihkan puing-puing, personel kepolisian juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak menyimpan bahan-bahan yang berpotensi menimbulkan ledakan. Bahan tersebut dinilai dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, apabila masih menyimpan bahan-bahan yang dapat memicu ledakan agar segera diserahkan kepada aparat kepolisian. Jangan disimpan atau digunakan secara sembarangan karena dapat membahayakan keselamatan dan lingkungan sekitar,” tegasnya.
Maruli juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan kepada kepolisian apabila menemukan atau mengetahui adanya bahan yang mencurigakan maupun berpotensi menimbulkan ledakan.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan lingkungan. Apabila menemukan bahan yang mencurigakan atau berpotensi menimbulkan ledakan, segera laporkan kepada kepolisian agar dapat ditangani sesuai prosedur,” tambahnya.
Selama kegiatan kerja bakti berlangsung, situasi di lokasi berjalan aman, lancar, dan kondusif. Kepolisian akan terus berkoordinasi dengan masyarakat serta pihak terkait dalam rangka penanganan dan pemulihan pascakejadian.



- Penulis: Taufik Hidayat
- Editor: Redaksi jurnal8.id
- Sumber: Humas Polda Banten


Saat ini belum ada komentar